Sunday, December 11, 2011

SAJAK SEDERHANA


bukan rahasia lagi
tanpamu, tak kuasa aku melawan sepi
yang menemaniku dsaat malam tiba.

tak bsa aku pungkiri
tanpamu, tak kuasa aku memadamkan curiga
yang menghantuiku disaat api cemburu membakar hati.

tak bisa aku sembunyikan
tanpamu, aku tak bisa menahan dingin
saat angin malam memeluk jasad ini.

tak terelakkan lagi
tanpamu, tak kuasa ku redam prasangka
dsaat badai gulana menggoyah keyakinan akan kesetiaanmu

tak mungkin aku pendam
tanpamu, tak bisa ku tahan rindu
saat jarak dan waktu memisahkan kita!

tapi keyakinanku terpatri begitu kuat,
untuk mengelakkan semua kekhawatiranku yang semu itu,
ku yakin kasih....
kau setia!

KEHILANGANMU KALA PAGI


tlah ku lewati pagi yang samar,
seakan menyiratkan kesunyian yang mendalam,
entah dimana mentari itu menyembunyikan diri,
karena biasanya dia datang lebih awal...

kurasakan rindu ini kian hebat,
disaat nyanyian burung tak jua ku dengar,
tak kudapati simphony itu yang biasa terngiang,
tembang kerinduan lirih perlahan menghilang...

wahai sukma jiwa terpisahku,
jejakmu kini tak kulihat lagi,
untukku mencari peraduan bayangmu,
inikah isyaratmu tuk tinggalkanku?!

Dimanakah engkau, Jiwaku?!

AKU RELA UNTUK CINTA


kurebahkan daksa lelah ini dipangkuan mentari,
memecah dendam kerinduan yang lama bisu,
jelamaan kata yang menorehkan perih di kalbu,
hina dan benci yang dahulunya berawal dari sucinya janji,

hanya bisa meraba malam yang kini salah arah,
membiarkan dekapmu berselimut neraka,
tapi terlanjur ku labuhkan bidukku didermagamu,
meski riak samudra meluluh-lantakkan rasaku,

Kenangan beku masa yang pernah terlukis,
hingga kini kau punya tempat yang istimewa.
Selagi aku punya daya mendongak ke arah langit,
kan kuukir wajahmu diantara hamparan biru,

Dan ketulusan memaksaku susuri retak hati,
bersama angan dalam kesayupan lena,
Biar duka bermain di dalam rasa terdalam,
biarkanlah duka ini ku obat sendiri,

tapi ku tak pernah ingkari nurani,
sembilu tajam yang menyayat nurani,
aku rela menahan kesakitan ini, kau tahu?!
untuk cintamu, my sun shine....

KEMANAKAH JEJAKMU?!


kemanakah nyanyian pagi yang dulu mengusik lenaku?!
tetembangan kala itu indah menjelma jerit kepiluan,
menyayat jiwa, menoreh kehampaan dan menyisakan kebimbangan yang sama,
selaksa dawai yang tak lagi merdu,

lautan lirik yang selalu kau perdengarkan untukku,
menyibak tabir misteri dan halimun makna,
kegalauan yang menderai jelaga hatimu,
menyisakan lantunan ketakutanku menimang kepedihan,
 kesunyian kini berbalut kehampaan,
renda-renda harap kini tlah terkubur bersama kegelisaahan,
sang kupu-kupu laksana patah sayapnya,
tak mampu bangkit dan terbang kembali,
tertatih...

kemanakah mentari yang kemarin tersenyum?!
hilangkah dia, tenggelam diufuk langit?!
meninggalkan hakikat rasa ini,
kehilangan jejak dirimu yang dulu...

JALAN KITA


pucuk-pucuk kerinduan mulai menua...
seiring denai waktu mengais asa...
di kisi-kisi keniscahyaan yang tak terlerai...
di pengembaraan kita mencari muara kasih di palung kalbu....

wahai senyum mentari pagiku...
biarkan langkah ini menuntun alasan...
meski seisi semesta menanyakan desiran rasa ini...
karena logika memang tak berpihak pada kita...

biarkan sementara sembilu mengoyak dinding-dinding kalbu...
bersimpuh di sajadah air mata dan darah...
menapaki rangka malam yang kian sendu....
kan kuyakinkan dirimu, pantai nan indah menanti kita berlabuh...

disanalah senyum dan hasrat kita kan menyatu...
kan ku pahamkan dirimu sepenuhnya....
bahwa cinta dan derita hanyalah sesuatu yang satu....
tapi yakinlah, kuniati jalan ini...
jalan kita...
jalanmu dan jalanku...

KUINGIN SETUTUHNYA...

tak kuasa kusembunyikan jerit kepiluan yang menggema di batin ini,
mengapa kurasakan hujaman selaksa nada rindu yang terlantun dari jiwamu,
kata-kata lembutmu begitu tajam merajam sanubari,
ketika lirih suara terngiang sampai didasar hati,

tidakkah kau dengar desahku di malam itu,
seakan ingin ku katakan kepada nyawa sang malam,
disudut rasaku yang tertawan di batas kerinduan,
atas segala raasa yang telah kau hidupkan,

aku ingin menyapamu,
walau hanya lewat semilir angin tuk menyelimuti,
biarkan satu waktu ini bulan dan bintang yang temani kesendirianmu,
sampai kau mengerti makna setiaku yang terikat bayangmu,

aku tak ingin mengasingkan diri diratapan malam,
yang ingin membebaskan jiwa dari jerat mimpi semu,
diujung damba bisu yang menyekap hasrat dalam pedih,
di penghabisan malam tanpa angan dan khayal,

karena kau tetap bersembunyi di balik kata-kata,
tidakkah kau ingin jujur?!

Saturday, December 10, 2011

Maher Zain - Palestine Will Be Free | ماهر زين - فلسطين سوف تتحرر

pause sejenak palylist playernya,
coba simak lagu ini...



tidakkah terdengar olehmu,
isak tangis ketakutan dari jiwa-jiwa tercekam,
kemana mereka harus membawa nyawa mereka,
kebebasan itu, terletak dimana?!

adakah dibalik dentum mesiu yang mencabik saudara mereka,
atau di sela reruntuhan bangunan yang mengubur kerabat mereka,
mungkinkah dibalik tenk baja yang meluluh lantakkan negeri mereka,
atau di antara suara tembakan yang membinasakan sekian banyak insan tak berdosa,

wahai engkau yang masih punya nurani,
lihatlah, ini adil?
dengarlah pekik tangis kehilangan,
seandainya 'kau' jadi mereka...

lets pray to god that this world never end up with blood...
no matter who you are or what religious you hold,
we have a same earth and same sun...
live together by sharing...