Monday, December 12, 2011

TAK LETIH MEMUJAMU


aku memang pernah beralaskan sunyi,
di liang belantara tak bertepi,
terpatri sukma dijejak misteri meretas lelap,
tanpa mengindahkan semestaku dalam buai symphonimu,

maafkan aku yang pernah membuatmu tertatih,
memunguti kepingan asa yang pernah terucap seorang diri,
menyudutkanmu pada tepi jurang kepiluan,
membiarkan pekat halimun membelenggu bayangku,
meninggalkanmu dalam kehampaan jiwa yang terikat raga seolah tak bertuan,

kumulai dari bisikanmu yang begitu damai,
sesaat kurasakan untuk pertama kalinya,
surga menjejakkan nyatanya di bumi,
mengiringi langkahmu dalam rindu yang hampa,

lewat senandung-senandung nirwana,
ingin ku kirim padamu bisikan kalbu,
dari jutaan aksara yang kurangkai diantara bintang,
ku harap terurai indah,

wahai tambatan hati,
pekik ceria jiwaku seakan enggan terhenti,
walau yang terlahir hanyalah sepotong syair,
menyisakan harap-harap indah yang bersayap keniscayaan,
merasuki kisi jantung hati yang tak letih memujamu,

TANGISAN SUBUHKU

"*" catatan kecil bersama tangisan subuhku! "*"


Segala puji bagi Tuhan yang telah memberi nafas baru kepadaku…yang masih menyayangi aku dan telah menghadiahkan aku ujian sebagai tanda kasih dan cintaNya.KetegasanMu dan kekerasan peringatanMu telah membuatkan mata ini tidak henti2 mengalirkan air mata…biarlah aku menangis di dunia asalkan aku tidak lagi menangis di akhirat.Namun, kemulianMu dan kasih sayangMu telah memadamkan tangisanku seketika… biarkan aku, biarkan aku dgn diriku…

Aku sebenarnya tidak ingin membuka aibku sendiri…sedangkan Allah sendiri menutupinya. Entah bila,aku tidak lagi peduli perkataan2 manusia…aku seperti tunggul yang tak bernyawa,diinjak2 dan dipukul2 tunggul itu tiada terasa.Begitulah perasaanku…dipandang hina,dicemooh,diumpat dan sebagainya…ia tidak memberi kesan kepada jiwaku kerana aku tidak ingin mendambakan apa2 yang ada di dunia, dan di blog ini aku mulai ber cerita, tentang siapa aku sebenarnya, dan  lewat blog ini juga aku hanya berharap, aku juga manusia, tak mungkin merubah apa yang ada diluar kemampuanku menggapai, aku tak minta belas kasihan, aku hanya minta, mengertilah...

TERTATIH


kutengadahkan kepala,
mencoba meminta kejelasan sang langit,
sesampai burung hinggap dibumiku,
menyanyikan nada-nada kemenduaan,

kenapa wahai langit,
kau renggut hiasan indah yg berpendar,
menghadirkn badai meraja nan gusar,
menggulung asa yg telah menua…

ku tak mampu lg bicara,
memberi isyarat atau tanda,
ketika bumi tempatku berpijak,
terasa berguncang dahsat tak terperi,

aku jatuh,
aku tumbang,
aku terjerembab tanpa ada yg mengulurkan tangan,
kakiku tlah lumpuh,
tertatih-tatih membawa langkah ini…

segala jerit bertubi,
dg rasa sakit dan nyeri,
ketakutan, janji, ancaman dan siksa saling berisik,
menusuk kedalam setiap lapisan pori-pori,

kurasa luka hati,
tenggelam di dasar danau yg mendidih.
semua telah terjadi,
kepalaku telah menunduk dan menangis pilu!

AKU MASIH MENCINTAIMU #1


kasih,
lewat bisu nuansa malam,
kuserukan rasa rinduku teruntukmu,
aku masih mencintaimu,
ketika mega mematung dan memabatu,
seketika alam hanya mampu menggumam,
dan kata terkekang dalam peti kedap,
namun sekejap bayangmu membankitkanku,
meniupkan ruh ke dalam kaku jasadku,
ku cukupkan hidup hanya dengan merinduimu…

dan kini aku masih menyisakan cinta,
didalam bola mataku,
tajam menusuk kelam gelap,
menembus tebal kabut halimun,
meskipun sempat tertutup resah,
meskipun sempat terselip gelisah…

RISAU MALAM


Ragaku mematung dipelukan sunyi
Tak mampu ku memecah makna sepi
Diam menawan kata hingga tak bersuara
Dingin seolah membekukan maya pada

Tiada semburat semangat yang biasanya berarak
Gelap melerai pancaran binary mata dan menutupnya
Membiarkan rasa tak terpendam dalam lelap
Tanpa berharap asa diceritakan oleh mimpi

Aku pasrah dan tak berdaya
Meski kesekian kalinya batinku menyesak didada
Seolah tak ada rongga yang mengapung diudara
Menyisakan kepiluan yang menyeruak di tepian jiwa

Ku hanya bisa pejamkan mata
Mencoba mencari ketenangan yang mungkin disembunyikan oleh gulita
Biarlah berkubang didalam kesunyian tak berbatas
Bahkan untuk berdiri tegak seolah terhadang dan sia-sia…

Sunday, December 11, 2011

KASIH


kasih…
kini aku kehilangan jejakmu,
yg kemarin sempat datang diantara fajar yg merona,
menghangatkan semestaku,
menguatkan hasrat hidupku.
~
kasih…
kini aku kehilangan bayangmu,
yg senja kemarin datang mengindahkan langitku,
menemaniku mencari kedamaian yg hilang.
~
kasih…
kala gelap bertahta menyelimuti malampun,
tak jua kau hadir disisi,
tuk bersama merangkai mimpi yg terserak,
diantara hayal-hayal yg berarak.
~
kasih…
ku rindu fajarku yg kmarin,
ku rindu senjaku yg dulu,
ku rindu dirimu itu…

DEMI CINTAMU

kepada sebentuk laut batas bertemunya bumi dan langit,
yg membenamkan kerinduanku yang terdalam,
dalam dekapan singkatan waktu,
tersisa harapan yg terselip diantara butiran pasir,

semoga angin laut,
kan membawa lagi,
keindahan kemurnianmu,
yang kemarin terbawa ombak,
yang kemarin tersapu badai.
merenggutnya dariku…

mencintamu,
membutakan mata dan hati,
laksana malam tanpa bintang,
jejak-jejak gelap tak tembus pandang,

merindumu,
ibarat sampan yg tak jera diterjang obak,
tuk hancur sekalipun tak mengapa,
tak peduli luka bernanah,

!*aku mencintai kesakitan ini, demi cintamu*!