Saturday, December 17, 2011

BIARKAN BERSAMAMU


sayap-sayapku tlah kupatahkan untukmu,

agar ku tak bisa kepakkan lagi,
dan mencari rasa dari cinta yang lain,
kucukupkan hanya dirimu yang menerima tumpahan rasaku


biarkan ku jatuh dalam pelukanmu,

dan kuhabiskan waktuku bersamamu,
berikan aku selalu tempat dihatimu,
karna ku selalu tenang bersandar di dalam dekapanmu,

kekasih, tetaplah menjadi satu-satunya penghuni hati ini,
saat ini dan sampai nafas terhenti,
karena rasaku tak ada dusta lagi,
walau terkadang sulit ku akui,
kaulah yang terbaik,
dan tetaplah menjadi yang terbaik,

dan sepenuhnya kini ku akui,
hanya dirimu yang mampu bertahan,
dan selelu berikan yang tak tergantikan,
mengerti akan setiap suara yang terdiam dari kataku,

Friday, December 16, 2011

AKU MENYERAH ( KAU TAKKAN KUMILIKI )

Terlambat tepiskan senyummu yang menggoda jiwaku
Tak mampu bendung gemuruh rasa yang terlanjur membadai
Lelahku tapaki sejengkal pesona dari sosok mayamu
Aku menyerah, kau takkan kumiliki

Ada yang tak bisa kubaca dari gerak bibirmu
Ada yang tak bisa kuraba dari hangat pelukmu
Walaupun masih kulihat tatapan mata itu
Masih sama seperti saat pertama bertemu

Pandangan mata yang pernah menjerumuskanku
Dalam dimensi cinta dalam ruang semu
Seperti menggapai-gapai dasar yang tak jua tersentuh
Selaksa meraih bintang tanpa sayap

Desiran ini mengiris tajam
Getaran ini menyakitkan
Menusuk nurani kian dalam
Aku menyerah, kau takkan kumiliki…

AKU INGIN JIWAMU PULANG


Akupun letih menimang nada-nada sendu
Yang masih jenak mendekap lenaku
Membatasi pandangku menatap bayangmu
Menjelma halimun pekat menyekap jiwa tak tersatu

Aku bosan menuliskan syair-syair pilu
Mengisyaratkan sebentuk rasa perih di kalbu
Yang aku titipkan pada malam yang kelabu
Selayaknya senja yang pasti berlalu

Aku ingin jiwamu pulang
Kembali menghuni relung yang lama kosong
Menghias taman yang telah ditumbuhi ilalang
Merangkai kepastian beratap bintang

HUJAN TAK TERHARAPKAN

rinai titik-titik hujan di subuh ini,
sejatinya tak perlu membasahi bumi,
tapi langit terlihat tak rela,
manakala embun menjamah semesta,


tetes-tetes yang membentuk tanda seru,
nyatanya tak menghapus sebentuk rindu,
didalam persimpangan antara resah dan risau,
gundahnya jiwa tak terganti sekalipun dengan hadirmu di mimpiku,


bukan karena jarak,
bukan karena waktu,
yang membuat batin terasa pilu,
yang membawa bayangmu ke titik semu,


tapi karena rasa lain dalam wujud nan samar,
laksana hujan pagi ini yang tak terharapkan,
rintiknya justru menggelisahkan,
tak mampu merubah pahit, sekalipun menjadi tawar,


dari  batas langit yang tak tertebak mata,
adakah harapan untuk setitik rasa,
membangun lagi istana kita,
meski dengan secuil harapan yang tersisa...

Thursday, December 15, 2011

BERTAHAN


aku pun tak tahu,
sampai kapan aku bertahan,
sampai kapan aku mampu mencintamu,
karena akupun ingin dicinta...

tak harus kau tahu,
kesakitanku dikotak penantianku,
yang mencoba bertahan tanpa seberkas sinar,
menunggu kau pelita hatiku, matahariku,
yg tetap ku cinta tanpa mencinta.

kalaupun jasad ini akan membusuk dalam penantian,
ku yakin tak apa,
selama rasa ini tetap ada,
ku bawa ke persimpangan dunia yg berbeda!

HARUSKAH


 Saat dunia terlelap,
Hati ini merintih penuh harap,
menahan rindu yang tak mampu kuungkap,
diatas derita jiwaku tersentak,
alun nada itu terdengar kembali malam ini,

menelisik halus jauh di relung hati,
tak hendak bibir ini berucap kata,
namun penat memaksaku bicara,
terbata aku memohon padamu agar tak kau sediakan rasa itu,
biar aku yang merasa karena aku yang mau,

Haruskah aku berteriak,
Dalam kebisuan malam yang tak bersahabat,
dan dalam keheningannya yang senyap,
ijinkan aku membasuh rinduku yang kian melekat,
meski ku takkan mampu menghela nafas seperti kemarin...

ADAKAH KETULUSAN ITU?!


Berkelana Kemana jiwaku terhantar
Tatkala seucap Cinta telah ku lontar
Aku jalani dan terus aku jalani
Meski keraguan hati menggebu dan terus menderu

Laksana ombak deras yang menghempas
Aku berhenti sejenak
Merenungkan tanda tanya
yang setiap waktu mengetuk pintu kalbu

Aku mencari dan terus mencari
Bersama gelap langkahku
Aku pilu dan terus meragu
Meski telah kau simpan pelangi di hati ini

Meski telah engkau ijinkan hatimu menjadi rumah hatiku
Selalu muncul tanya di benaku
Benarkah semua ini ?

Biarlah sang pengatur waktu
yang berikan jawaban
Dan biarlah pula
Aku terus mencari
Hingga kutemukan terang
Laksana malam menanti mentari…

~adakah ketulusan itu?!~