Wednesday, May 23, 2012

MERINDUKANMU, BINTANG TIMURKU



Ku cari diantara arak mega menghitam
Di hamparan muram wajah cakrawala malam
Paraduanmu yang laksana tertelan musim
Kau tinggalkan diriku sendiri menyulam kerinduan.

Dimana tanda di ufuk senyum bayangkara itu?!
Yang kemarin hadir menyapa kesendirianku
Taukah engkau, sepotong jasad merindumu
Tahukah engkau, kusisakan luasnya samudera hati untuk sinarmu, ndaru

Bintang timurku
Ku bisikkan namamu dalam do'aku
Ku tulis namamu dalam syairku
Dan ku sebut namamu dalam laguku

Bintang timurku
Aku masih menunggu sapaan damai darimu
Aku selalu menanti sentuhan hangat cahayamu
nada rindu ini adalah seutuhnya milikmu

Dan pada bait terakhir coretanku
Ku seratkan siluet yang sempat terarsir dalam kalbu
Sederet kalimat mengalunkan irama risau
Aku merindukanmu, bintang timurku...

Tuesday, February 14, 2012

KUINGIN INGKARI RASAKU


Air mata perlahan mengurai rasa,
Kokoh jiwa menahan kerinduan seketika runtuh,
Dinding ketengaran tlah menjadi kepingan-kepingan ratap,
Dan inilah kenyataan perasaan sang merpati,

Ah,
Mengapa aku masih menyisakan kerinduan akan dirimu,
Sedang kini terlarang rasa itu,
Kau pergi untuk bahagiamu,
Seharusnya tak ada alasan adanya tangis ini,

Maafkan aku,
Nyatanya segala rasa disaat kau dan aku bersatu,
Masih hidup bersama kasih berbalut cemburu,
Hati terlalu naif tuk ingkari nuraniku,
Dan aku masih mencintaimu,

Tapi yakinlah,
Aku inginkan kau bahagia,
Hingga dalam relung jiwa terdalam,
Dan dalam diam, Ku ingin ingkari semua rasaku...

NYANYIAN PILU



Kaki masih melangkah di jalanan jelmaan duka,

Dikelilingi gelap pekat halimun malam,
Berpegang sepi hampa tanpa arah,
Menyusuri hamparan tangis dan air mata,

Disini, kuasa kesendirianku tanpa nafas,
Menggenggam luka meredam perih yang masih berdarah,
Tak lagi mampu melerai rasa derita yang tersepuh kelukaan,
Terbata dalam ucap, tersengal dalam nafas,

Aku berlari, coba pergi,
Namun bayang kelam enggan lekang,
Terpasung didalam kebekuan resah nan mencekam jiwa,
Lusuh harapan merangkai kisah bersamamu yang memupus,

Ish... Tak perlu kulanjutkan lagi nyanyian piluku ini,
Biar kusimpan saja sampai ku tak mampu mengartikan gemuruh warna hati,
Ku yakin, ku salah meminta setetes sejuknya cintamu,
Dan bahagialah dirimu terlepas dariku...