( MAKASIH UNTUK MODELNYA )
Tuesday, June 12, 2012
Thursday, June 7, 2012
Wednesday, May 23, 2012
MERINDUKANMU, BINTANG TIMURKU
Ku cari diantara arak mega menghitam
Di hamparan muram wajah cakrawala malam
Paraduanmu yang laksana tertelan musim
Kau tinggalkan diriku sendiri menyulam kerinduan.
Dimana tanda di ufuk senyum bayangkara itu?!
Yang kemarin hadir menyapa kesendirianku
Taukah engkau, sepotong jasad merindumu
Tahukah engkau, kusisakan luasnya samudera hati untuk sinarmu, ndaru
Bintang timurku
Ku bisikkan namamu dalam do'aku
Ku tulis namamu dalam syairku
Dan ku sebut namamu dalam laguku
Bintang timurku
Aku masih menunggu sapaan damai darimu
Aku selalu menanti sentuhan hangat cahayamu
nada rindu ini adalah seutuhnya milikmu
Dan pada bait terakhir coretanku
Ku seratkan siluet yang sempat terarsir dalam kalbu
Sederet kalimat mengalunkan irama risau
Aku merindukanmu, bintang timurku...
Di hamparan muram wajah cakrawala malam
Paraduanmu yang laksana tertelan musim
Kau tinggalkan diriku sendiri menyulam kerinduan.
Dimana tanda di ufuk senyum bayangkara itu?!
Yang kemarin hadir menyapa kesendirianku
Taukah engkau, sepotong jasad merindumu
Tahukah engkau, kusisakan luasnya samudera hati untuk sinarmu, ndaru
Bintang timurku
Ku bisikkan namamu dalam do'aku
Ku tulis namamu dalam syairku
Dan ku sebut namamu dalam laguku
Bintang timurku
Aku masih menunggu sapaan damai darimu
Aku selalu menanti sentuhan hangat cahayamu
nada rindu ini adalah seutuhnya milikmu
Dan pada bait terakhir coretanku
Ku seratkan siluet yang sempat terarsir dalam kalbu
Sederet kalimat mengalunkan irama risau
Aku merindukanmu, bintang timurku...
Tuesday, February 14, 2012
KUINGIN INGKARI RASAKU
Air mata perlahan mengurai
rasa,
Kokoh jiwa menahan kerinduan seketika runtuh,
Dinding ketengaran tlah menjadi kepingan-kepingan ratap,
Dan inilah kenyataan perasaan sang merpati,
Ah,
Mengapa aku masih menyisakan kerinduan akan dirimu,
Sedang kini terlarang rasa itu,
Kau pergi untuk bahagiamu,
Seharusnya tak ada alasan adanya tangis ini,
Maafkan aku,
Nyatanya segala rasa disaat kau dan aku bersatu,
Masih hidup bersama kasih berbalut cemburu,
Hati terlalu naif tuk ingkari nuraniku,
Dan aku masih mencintaimu,
Tapi yakinlah,
Aku inginkan kau bahagia,
Hingga dalam relung jiwa terdalam,
Dan dalam diam, Ku ingin ingkari semua rasaku...
Kokoh jiwa menahan kerinduan seketika runtuh,
Dinding ketengaran tlah menjadi kepingan-kepingan ratap,
Dan inilah kenyataan perasaan sang merpati,
Ah,
Mengapa aku masih menyisakan kerinduan akan dirimu,
Sedang kini terlarang rasa itu,
Kau pergi untuk bahagiamu,
Seharusnya tak ada alasan adanya tangis ini,
Maafkan aku,
Nyatanya segala rasa disaat kau dan aku bersatu,
Masih hidup bersama kasih berbalut cemburu,
Hati terlalu naif tuk ingkari nuraniku,
Dan aku masih mencintaimu,
Tapi yakinlah,
Aku inginkan kau bahagia,
Hingga dalam relung jiwa terdalam,
Dan dalam diam, Ku ingin ingkari semua rasaku...
Subscribe to:
Posts (Atom)



